
Planet kita sedang memanas, dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan. Sejak 1906, suhu permukaan rata-rata global telah meningkat lebih dari 0,9 derajat Celcius – bahkan lebih tinggi di daerah kutub yang sensitif. Dampak dari kenaikan suhu tidak akan menunggu sampai masa depan yang sangat jauh. Panasnya mencairkan gletser dan es laut, mengubah pola curah hujan, dan juga banyak […]
Planet kita sedang memanas, dari Kutub Utara hingga Kutub Selatan. Sejak 1906, suhu permukaan rata-rata global telah meningkat lebih dari 0,9 derajat Celcius – bahkan lebih tinggi di daerah kutub yang sensitif. Dampak dari kenaikan suhu tidak akan menunggu sampai masa depan yang sangat jauh. Panasnya mencairkan gletser dan es laut, mengubah pola curah hujan, dan juga banyak lagi aktivitas bumi yang terpengaruh akibat hal tersebut.
Dampak dari kenaikan suhu tidak akan menunggu sampai masa depan yang sangat jauh. Panasnya mencairkan gletser dan es laut, mengubah pola curah hujan, dan juga banyak lagi aktivitas bumi yang terpengaruh akibat hal tersebut.
Banyak orang menganggap pemanasan global dan perubahan iklim sebagai sinonim, tetapi para ilmuwan lebih suka menggunakan “perubahan iklim” ketika menggambarkan perubahan kompleks yang sekarang memengaruhi cuaca dan sistem iklim planet kita. Perubahan iklim tidak hanya mencakup kenaikan suhu rata-rata, tetapi juga peristiwa cuaca ekstrem, pergeseran populasi dan habitat satwa liar, kenaikan air laut , dan berbagai dampak lainnya. Semua perubahan ini muncul saat manusia terus menambahkan gas rumah kaca yang memerangkap panas ke atmosfer.
PT Gagas mengajak seluruh masyarakat pembaca artikel ini agar semakin peduli terhadap lingkungan agar bumi kita ini bisa di nikmati oleh anak cucu kita di masa depan.

Kita semua tahu bahwa perubahan iklim ini, lambat laun akan mempengaruhi kehidupan kita. Untuk itu, PT Gagas mengajak seluruh masyarakat pembaca artikel ini agar semakin peduli terhadap lingkungan agar bumi kita ini bisa di nikmati oleh anak cucu kita di masa depan.
