Sampah Plastik: Bahaya Nyata dalam Lingkungan Hidup

Kita tidak dapat membantah bahwa plastik merupakan salah satu material yang paling mudah digunakan saat ini. Plastik secara pasti telah mempermudah kehidupan manusia dari berbagai macam aspek. Akan tetapi, kemudahan serta kenyamanan yang diberikan oleh plastic justru menjadi pedang bermata dua, karena plastic itu sendiri, secara perlahan telah menjadi bahaya nyata, khususnya untuk lingkungan hidup […]

Kita tidak dapat membantah bahwa plastik merupakan salah satu material yang paling mudah digunakan saat ini. Plastik secara pasti telah mempermudah kehidupan manusia dari berbagai macam aspek. Akan tetapi, kemudahan serta kenyamanan yang diberikan oleh plastic justru menjadi pedang bermata dua, karena plastic itu sendiri, secara perlahan telah menjadi bahaya nyata, khususnya untuk lingkungan hidup kita.

Apa Saja Bahaya Dari Plastik?

Salah satu bahaya dari plastik yang sangat fundamental adalah, plastik tidak dapat terurai dengan baik

– GAGAS –

          Salah satu bahaya dari plastik yang sangat fundamental adalah, plastik tidak dapat terurai dengan baik. Jadi, sampah plastic yang di timbulkan akibat penggunaan plastik secara masal di seluruh dunia akan menumpuk dan tidak bisa terurai secara cepat. Akibatnya, habitat alami seperti sungai, hutan, bahkan laut akan dipenuhi oleh sampah plastik tersebut.

          Melansir dari National Geographic, masalah plastik ini sudah menjadi perhatian dunia, khusunya dalam masalah lingkungan hidup. Di negara berkembang, sampah plastik sangat sulit dikendalikan sehingga menimbulkan kerusakan pada alam serta makhluk hidup di sekitarnya. Sedangkan di negara maju yang proses daur ulangnya belum baik, hal itu juga sering terjadi.

          Kita ambil contoh, saat beberapa waktu lalu dunia di hebohkan dengan terdamparnya seekor paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, akibat terlalu banyak menelan sampah plastik yang berada di lautan. Bagaimana bisa seekor paus memakan plastik ketika berada di lautan? Jawabannya sederhana, karena sampah plastik tidak bisa dikendalikan. Kita semua tahu bahwa kesadaran masyarakat, khususnya di Indonesia mengenai membuang sampah pada tempatnya sangatlah rendah. Hal itulah yang menyebabkan sampah plastik bisa mencapai lautan habitat dari paus.

          Contoh lain adalah, tiga ekor penyu di Kepulauan Seribu mati akibat sampah plastik. Hal ini sudah sangat menjelaskan bahwa plastik telah menjadi bahaya yang sangat nyata untuk kehidupan manusia. Diperkirakan bahwa saat ini, Indonesia memiliki 67,8 ton untuk sampah, dan sebagian besar sampah tersebut berbahan plastik.

Bagaimana Cara Mengatasi Sampah Plastik?

          Saat ini kita bisa melihat berbagai macam gerakan yang menyerukan untuk menghentikan penggunaan plastik dalam kegiatan bermasyarakat. Kita ambil contoh di pasar swalayan yang saat ini tidak memberikan pengunjung plastik untuk membawa barang belanjaannya. Kita juga bisa melihat di berbagai gerai makanan, dimana mereka tidak menyediakan sedotan plastik untuk mengurangi sampah plastik yang sudah menggunung tersebut.

  PT Gagas bekerja sama dengan sumpah sampah telah berhasil menciptakan bahan baku untuk bangunan menggunakan sampah plastik sebagai sumber utamanya.       

– GAGAS –

Tidak berhenti di situ saja, saat ini juga banyak organisasi atau komunitas bahkan perusahaan yang mendaur ulang sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna. Salah satunya adalah PT Gagas bekerja sama dengan sumpah sampah telah berhasil menciptakan bahan baku untuk bangunan menggunakan sampah plastik sebagai sumber utamanya. Hal itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, agar sampah plastik tidak lagi menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia.

Related News & Articles

PT. Gagas Envirotek Indonesia Merupakan Perusahaan Yang Bergerak di Bidang Alat Laboratorium Lingkungan, Higiene Industri serta Alat K3
©2023 Gagas Envirotek Indonesia.